Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Pasti kalian tau kan Islam
itu adalah agama yang paling indah ajarannya. Apa hal-hal yang dapat membuat
agama Islam itu indah? Salah satunya karena Islam adalah agama yang mengajak
orang-orang muttaqin untuk menjadi rahmatan lil alamin, bermanfaat untuk
lingkungannya, saudaranya, kerabatnya, dan lain-lain. Nah, coba sekarang kita
cek diri kita dulu, apakah kita ini memang sudah bermanfaat untuk lingkungan,
saudara, kerabat maupun yang lainnya? Kalau ternyata sudah, lantas sejauh
manakah atau sesering apakah kita memberi manfaat ke lingkungan kita sehari-hari.
Nah, memberi manfaat kepada lingkungan banyak bentuknya, salah
satunya yaitu saling menasihati antar sesama, terutama sesama muslim. Seringkali kita melihat saudara kita sesama muslim berbuat mungkar sehari-hari di sekolah,
misal mencontek saat ulangan, atau apapun itu bentuknya yang sudah jelas salah.
Namun, akar masalahnya bukanlah mereka yang berbuat mungkar, tetapi sudahkah kita
memberi nasihat kebaikan kepada mereka saat kita melihat perbuatan mungkar.
Seperti yang kita
ketahui dalam surat Ali Imran ayat 110 , yang artinya :
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.”
Firman Allah diatas
menegaskan bahwa memang umat islam adalah umat yang terbaik, akan tetapi dengan
syarat-syarat. Apa syaratnya? Syaratnya adalah amar ma'ruf, nahi mungkar, dan
beriman kepada Allah.
Rutin beribadah saja tidak menentukan kita bisa jadi umat
terbaik. Untuk menjadi yang terbaik, yaitu dengan amar ma'ruf nahi mungkar. Setiap
muslim itu punya hak untuk mendapatkan nasihat kebaikan, maka jika kita tidak
memenuhi hak tersebut berarti kita termasuk orang yang mendholimi saudara
sendiri atau mencurangi saudara sendiri. Surga terlalu luas untuk kita sendiri,
maka ajaklah yang lain untuk berbuat baik, mulai dari hal-hal sepele hingga
hal-hal yang besar. Anggaplah orang lain itu saudara kita sendiri. Sayangi mereka.
Tetaplah bersatu tolong menolong dalam kebaikan, dan jangan bercerai berai
seperti yang difirmankan Allah SWT dalam surat Ali Imran ayat 105, yang artinya
"Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat,"
Wohh ngeri, jangan sampai kita ini bercerai berai, ancamannya
nggak main-main juga. Nah, biar nggak bercerai berai, mari kita tegakkan amar ma'ruf
nahi mungkar, jangan egois sendiri, sebarkan kebaikan ke sesama, jangan pula
merasa diri kita yang paling benar. Tidak mungkin kita ini selalu berbuat paling
benar. Maka, terimalah nasihat dari orang lain pula, atau mungkin bahkan
mintalah nasihat kepada saudara kita, agar kita selalu dapat berbenah diri.
Lantas sekarang, apa hukumnya amar ma'ruf nahi mungkar
(saling menasehati)?
Para salaf maupun ulama sepakat bahwa hukum dari amar ma'ruf
nahi mungkar adalah fardhu kifayah, mungkin salah satu dasarnya adalah surat
Ali Imran ayat 104, yang artinya
"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar; merekalah orang-orang yang beruntung."
Nah, disitu disebutkan " hendaklah diantara kamu", bukan " hendaklah kalian". Bisa dimaknai
bahwa hukumnya adalah wajib kifayah, yaitu wajib tapi cukup diwakilkan saja,
jika sudah maka tidak wajib.
Terkadang kita berpikir jika hukumnya fardhu kifayah lantas
kita menjadi santai, "Wah, berarti aku nggak perlu repot-repot kan fardhu kifayah, berarti aku
nggak wajib, kan udah ada yang lain, blablablabla." Mari kita ubah persepsi
kita tentang hal demikian, mari kita berpikir jika kita tidak melakukannya maka
kita termasuk orang-orang yang merugi. Kenapa kita harus berpikir begitu? Hal ini diperkuat dengan
statement di akhir ayat surat Ali Imran ayat 104 tadi, yang artinya "....
Merekalah orang-orang yang beruntung."
Disitu disebutkan bahwa orang orang yang berbuat amar ma'ruf nahi
mungkar adalah orang-orang yang beruntung. Berarti, jika kita tidak melakukannya, kita termasuk orang yang merugi, merugi di dunia maupun di akhirat. Disebutkan
juga di surat Al-'Asr (bisa dibaca sendiri ayat dan terjemahannya di Al-quran).
Mari, jangan bosan-bosannya kita melakukan amar ma'ruf nahi mungkar,
kepada kerabat kita, saudara kita, serta keluarga kita. Sungguh, kita ini penolong
bagi yang lain. Maka saling tolong menolonglah dalam kebaikan, dengan cara amar
ma'ruf nahi mungkar. Jika kita menjadi penolong mereka, maka mereka akan menjadi
penolong bagi kita, tidak hanya di dunia tapi juga di akhirat.
Andaikan kita
besok dimasukkan ke dalam neraka yang sangat mengerikan, maka teman-teman kita
yang kita dahulu ajak dalam kebaikan, yang dahulu mereka pernah menasihati, mereka
akan menjadi syafaat bagi kita agar bisa keluar dari neraka yang mengerikan...
Subhanallah, itulah salah satu keuntungan jika kita menegakkan amar ma'ruf nahi
mungkar. Tebarkan kebaikan, perbaiki ukhuwah kita dengan yang lain, jadilah
orang yang lebih perhatian dengan yang lain, jadilah "penolong" bagi
yang lain, agar kita termasuk orang-orang yang beruntung, baik di dunia
maupun di akhirat...
Aamiin
Wassalammualaikum warahamtullahi wabarakatuh
Nb: mohon maaf jika ada salah materi, salah tulisan
kekurangan apapun itu, itu semua karena kedangkalan ilmu saya
Sumber :
1. AL QURAN
2. Muslim. Or. Id
3.
Nasehat. Net



Tidak ada komentar:
Posting Komentar